Rabu, 30 September 2020

Kursi Kosong Menteri Kesehatan Indonesia

 


Kursi Kosong Menteri Kesehatan Indonesia

Penulis : Syahrun Nisa | Editor : Resi Triana Sari


Gardamedia.org­- Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama 9 bulan, sejak diumumkan pada akhir Desember 2019 di Wuhan, China. Di beberapa negara, COVID-19 sudah tidak lagi menjadi ancaman. Misalnya di Singapura, kurva COVID-19 terus mengalami penurunan, bahkan Singapura sukses melaksanakan pemilu di tengah pandemi dengan aman pada bulan Juli lalu. Berbagai aktivitas bisnis dan perekonomian juga sudah membaik dan mengalami peningkatan.

 

            Keberhasilan Singapura menghadapi pandemi ini tentu tidak terlepas dari peran serta kementerian kesehatannya. Kementerian kesehatan Singapura mengambil langkah konkrit untuk menyelesaikan COVID-19 ini dengan cepat, salah satunya dengan mewawancarai pasien yang sedang dikarantina, terkait riwayat perjalanan, kegiatan yang mereka lakukan selama 24 jam, dan siapa saja yang telibat kontak langsung dengan mereka. Pasien harus menjelaskan secara rinci tiap jam, menit dan detik tanpa celah sedikitpun. Langkah ini terbukti efektif dalam pengurangan bahkan pencegahan penyebaran COVID-19, sehingga Singapura mendapat pujian dari Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

 

            Bagai langit dan bumi, kondisi pandemi di Indonesia justru semakin memperihatinkan. Saat ini, COVID-19 di penjuru Nusantara telah mencapai sebanyak 280.000 kasus. Dalam satu hari, jumlah kasus dapat meningkat hingga 4.000 kasus. Hingga kini, belum ada tanda-tanda kurva COVID-19 di Indonesia akan melandai. Publik mulai mempertanyakan peran Menteri Kesehatan, Bapak Terawan Agus Putranto yang sudah seharusnya memiliki tanggung jawab lebih dalam penyelesaian COVID-19.

 

            Akhir-akhir ini, Pak Terawan mendadak viral di jagad raya media sosial Indonesia. Hal tersebut dikarenakan Pak Terawan tidak kunjung memenuhi undangan Najwa Shihab untuk diwawancarai dalam salah satu program TV, Mata Najwa. Dilansir dari kompas.com, Najwa Shihab selaku jurnalis sekaligus presenter di Mata Najwa mengaku telah mengirimkan undangan resmi kepada Pak Terawan setiap minggunya. Namun, tanggapan pihak Menteri Kesehatan (Menkes) terhadap undangan tersebut berakhir pada kekecewaan. Pihak Menkes hanya menyatakan bahwa Pak Terawan tidak bisa hadir dikarenakan jadwal yang padat.

 

            Namun, Najwa Shihab tidak kehabisan akal. Dalam video Mata Najwa edisi “Menanti Terawan,” Najwa Shihab mewawancarai kursi kosong dan bermonolog seolah-olah Pak Terawan sedang duduk di kursi tersebut. Awalnya, Najwa Shihab memaparkan keresahan masyarakat terkait pandemi yang tidak kunjung usai. Kemudian, Najwa Shihab menyinggung beberapa menteri kesehatan dunia yang berani mundur dari jabatannya, karena merasa tidak mampu mengatasi pandemi di negaranya. Di akhir video, dengan kalimat tegas dan lugas, Najwa Shihab berkata  “Publik meminta kebesaran hati anda, untuk mundur saja. Siap mundur, Pak?” Meskipun, dilontarkan kepada kursi kosong, kalimat ini tampaknya cukup menohok dan membuat tertegun kinerja kemenkes selama ini.

 


            Sebagai pelayan publik, sikap Pak Terawan yang terus menolak undangan dan terlihat berusaha menghindari wawancara tersebut tentu dinilai sebagai langkah yang kurang bijak. Publik membutuhkan penjelasan yang lebih detail terkait langkah apa yang sudah dilakukan oleh kemenkes. Publik harus tahu kemana saja anggaran kesehatan telah dibelanjakan. Lebih penting daripada itu, Pak Terawan memiliki kewajiban untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Jika terus-terusan menghilang seperti ini, publik akan semakin curiga dan berujung pada penolakan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

 

            Masyarakat sebenarnya sadar, betapa sulitnya peran pemerintah dalam menyelesaikan pandemi ini, sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat. Namun, apabila Menteri Kesehatannya pun membiarkan ‘kursi kosong’ atas sejumlah pertanyaan masyarakat, maka jangan salahkan masyarakat pula jika hanya menganggap kebijakan pemerintah sebagai ‘omong kosong’.

http://www.gardamedia.org/2020/09/kursi-kosong-menteri-kesehatan-indonesia.html

Sabtu, 26 September 2020

INOVATIF, MAHASISWA USU UBAH LIMBAH AMPAS TEBU MENJADI BONEKA LUCU dan IMUT YANG BERNILAI EKONOMIS


Gardamedia.org- (26/09) Berbagai macam inovasi selalu hadir dari tangan- tangan mahasiswa kreatif yang ada di Universitas Sumatera Utara (USU). Salah satunya adalah inovasi pengolahan limbah ampas tebu yang diubah menjadi boneka lucu yang bernilai ekonomis. Ide ini lahir dari tiga mahasiswa USU yang sedang mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa ( PKM) dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Mereka adalah, Muhammad Ramadhan Affandi mahasiswa dari Fakultas MIPA, Rahayu dari FISIP, serta Dinda Lutfia dari FEB, dan ketiga mahasiswa ini dibimbing langsung oleh Dosen Biologi USU, Saleha Hannum S.Si, MSi. Ide ini muncul dari informasi yang menunjukkan bahwa tanaman tebu adalah salah satu jenis tanaman yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, baik dalam perkebunan tebu milik rakyat, swasta dan negara. Luas perkebunan tebu tahun 2017 tercatat 453.456 ha dengan rincian perkebunan rakyat 267.325 ha, milik negara 67.229 ha dan milik swasta 118.902 ha. Pengelolaan tebu baik skala besar seperti pabrik gula ataupun skala kecil seperti pedagang kaki lima yang menjual minuman air tebu tentunya akan menghasilkan limbah berupa ampas tebu. Ampas tebu yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi masalah lingkungan karena ampas tebu bersifat bulky (meruah), yang akan membutuhkan tempat luas dan bersifat mudah terbakar karena ampas tebu mengandung air, gula serat dan mikoroba sehingga apabila tertumpuk akan terfementasi dan melepaskan panas.  Untuk itu di butuhkan penanganan yang tepat dan cepat agar dapat meminimalisir dampak dari limbah ampas tebu tersebut.  





Dari permasalahan di atas muncullah sebuah produk inovasi yang solutif dan bernilai ekonomis, yaitu “LEK LUMUT (Boneka Lucu dan Imut)” yang terbuat dari limbah ampas tebu. Lek Lumut adalah suatu produk kreatif berbentuk boneka yang bahan utama pembuatannya berasal dari limbah ampas tebu. Teknik Pembuatan boneka ini sendiri mengadopsi teknik menanam dari negeri sakura Jepang bernama kokedama. Kokedama adalah teknik menanam tanaman mini dengan menggunakan media tanah yang dibentuk menjadi bulat, dan bulatan tanah tersebut dilapisi menggunakan lumut. Bedanya, pada produk Lek Lumut menggunakan ampas tebu yang telah dihaluskan dan menggunakan tanaman mini sejenis sukulen dan kaktus serta dikreasikan semenarik mungkin sehingga tercipta boneka lucu dan imut dari ampas tebu dengan berbagai variasi. 





Keunikan dan nilai estetik yang dimiliki Lek Lumut menjadikan produk ini cocok dijadikan tanaman hias, souvenir pernikahan,  hadiah wisuda dll. Manfaat lain yang akan didapat oleh para pembeli selain sebagai tanaman hias Lek Lumut juga berperan sebagai self healing apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, yang menharuskan orang-orang untuk beraktifitas dirumah. Lek Lumut cocok diletak sebagai tanaman hias untuk mempercantik ruang kerja ataupun ruang belajar para konsumen. Dengan membeli produk Lek Lumut secara tidak langsung konsumen telah ikut berkontribusi dalam melestarikan lingkungan. Sejauh ini produk Lek Lumut mampu menciptakan peluang pasar yang baik, sehingga kedepannya akan memungkinkan untuk membuka peluang bisnis diluar kota Medan dengan memanfaatkan peluang teknologi seperti Instagram, facebook, dan marketplace seperti shoope. 


Penulis: Munir Suteja


Kamis, 24 September 2020

PKKMB USU ditengah Pandemi, Begini Rundown Acaranya


PKKMB USU ditengah Pandemi, Begini Rundown Acaranya
Penulis: Munir Suteja 

Gardamedia.org- Kamis (24/9) Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan tahapan yang seharusnya dilalui oleh setiap mahasiswa baru, dimanapun berada. Karena disinilah tahapan untuk menjadi mahasiswa dijelaskan secara umum, baik itu proses pembelajaran, mengenalkan fasilitas kampus, organisasi, dan lain sebagainya.


Universitas Sumatera Utara (USU) sendiri mengadakan PKKMB secara online, dikarenakan wabah COVID- 19 yang semakin hari semakin bertambah dan mengharuskan kita melakukan proses belajar dari rumah masing- masing (daring).


Pada tanggal 21 september, telah terbit surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor 1 USU, yakni Prof. Dr. Ir. Rosmayati, M.S yang memberitahukan bahwa PKKMB dilaksanakan tanggal 28-29 September 2020. Didalam surat tersebut, terlampir rundown acara PKKMB sebagai berikut :








Rabu, 16 September 2020

Menuju Penggenggam Hati Semesta

Menuju Penggenggam Hati Semesta

Penulis : Resi Triana Sari

 

Raka’at demi raka’at perjuangan kami tempuh, gempuran demi gempuran kami teguh


Siksaan demi siksaan kami rengkuh, dengan bulir lakrimasi penuh kesabaran dan pengharapan Rahmat-Nya


Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Anak, Istri, sanak saudara, teman-teman kami kian luruh jadi syahid


Rumah-rumah kami jadi puing menyesakkan hati


Timah-timah panas menembus anggota tubuh kian lirih


Jeritan-jeritan pilu dan semangat membahana dalam siang dan malam yang kami lalui


Impian-impian kami, canda tawa kami semakin mengangkasa, diam membisu


Walau begitu, hati kami kian tersenyum, sabar menanti janji kemenangan, melintasi anjangsana menyingsing-lewat doa-doa merapal dalam kalbu


Bagaskara telah berjanji selalu hangatkan hati kami, dalam dinginnya pilu menelusup epidermis kalbu

 


Lantas, tiba-tiba terdengar berita pilu dari saudara sendiri, perjanjian normalisasi dengan dalih penghentian aneksasi tega menghentikan langkah-langkah kaki kian tertatih


Bagai disambar petir menggelegar dibalik awan membiru...


Tawa kepuasan dan senyuman lega saat berjabat tangan dengan penjajah, melelehkan jiwa dan raga kami melebihi panasnya tembaga zionis, mematikan saraf-saraf semangat juang kami


Tak ada yang lebih pedih di dunia ini, selain dikhianati saudara sendiri


Secepat kilat... dalam dimensi ruang waktu kian melesat


Hati yang pedih terinjeksi nelangsa ini, kami kembalikan kepada Sang Penggenggam hati semesta


Perjuangan kami untuk tanah mulia, negeri para Anbiya, Al-Quds mulia...

akan terus abadi hingga janji kemenangan tiba di pelupuk mata seluruh dunia


Saksikanlah...

Saksikanlah...

Saksikanlah !!!

 

http://www.gardamedia.org/2020/09/menuju-penggenggam-hati-semesta.html

Tim Bolang USU- Sulap Limbah Biji Durian di Kota Medan Menjadi Mie Organik

 


Tim Bolang USU- Sulap Limbah Biji Durian di Kota Medan Menjadi Mie Organik

Penulis : Team Bolang USU  | Editor : Resi Triana Sari

 

            Gardamedia.org- Apakah bisa limbah biji durian dikonsumsi ? Limbah biji durian di masyarakat umumnya jarang dimanfaatkan kembali untuk dikonsumsi dan malah berakhir menjadi sampah yang terbuang begitu saja. Namun, jika limbah biji durian tersebut diberikan kepada lima mahasiswa kreatif asal Universitas Sumatera Utara, limbah biji durian yang semula tidak memiliki nilai ekonomis, dapat diubah menjadi Mie Organik yang sehat untuk dikonsumsi.

 

Kelima mahasiswa USU yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yakni Annisa Fatia Harahap (FKM 2018), Fany Azlia Lubis (FKM 2018), Rizka Ramadhani (Peternakan 2018), Andima Setiawan (Peternakan 2018), dan Zulfaijal Pohan (Agroteknologi 2018) didampingi oleh dosen pendamping, Galih Ari Wirawan Siregar, S.Pt., M.Si berhasil mengusungkan ide mereka dengan judul “MIE BOLANG (Biji Durian Andaliman Bunga Telang) Medan” dalam seleksi ajang bergengsi bagi mahasiswa perguruan tinggi seluruh Indonesia tersebut.

 

Limbah biji durian saat ini kurang dimanfaatkan masyarakat, padahal biji durian mengandung nilai gizi yang tinggi, seperti pati (amilum) yang cukup tinggi dengan kadar (43,6 %) dari total kandungannya. Diantara khasiatnya adalah sebagai sumber energi yang baik bagi tubuh serta melancarkan pencernaan. Perkembangan teknologi pangan terus berjalan, namun biji durian masih sangat sedikit dimanfaatkan, padahal biji durian memiliki nilai jual yang tinggi jika diolah dengan tepat sebagai bahan pangan. Oleh karena itu, team Bolang USU mencoba menemukan solusi yang tepat dalam penanganan limbah ini, dengan cara mengolahnya menjadi Mie Bolang Medan.

 

Mie Bolang Medan merupakan inovasi pengolahan biji durian, dengan penambahan andaliman dan daun telang sebagai pelengkap yang diolah sedemikian rupa, sehingga menghasilkan mie organik yang aman, unik dan bergizi, serta memiliki nilai jual di masyarakat. Untuk kedepannya perlu dilakukan evaluasi dan inovasi baru yang dapat memanfaatkan limbah biji durian ini, sehingga menjadi alternatif usaha yang menjanjikan dan menambah lapangan pekerjaan khususnya di kalangan mahasiswa. Team Bolang USU sangat berharap semoga mie ini nantinya dapat bermanfaat di masyarakat, bukan hanya mengurangi limbah, namun menjadi pilihan makanan yang menyehatkan untuk masyarakat Indonesia, khususnya Medan.

 

Mari menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta menyelamatkan bumi dari limbah biji durian, menggunakan produk lokal yang bergizi, unik dan menyehatkan dengan mengkonsumsi mie bolang-karya anak bangsa untuk Indonesia.

 

 http://www.gardamedia.org/2020/09/tim-bolang-usu-sulap-limbah-biji-durian.html

 

Kisah Inspiratif Andre Doloksaribu Mendirikan Rumah Belajar Untuk Anak Pinggiran Sungai

Oleh : saturnusapublisher Gardamedia.org (24/05/2023)    - Masyarakat pinggiran sungai sering kali terlupakan keberadaannya, apalagi biasany...