Header Ads

RAPI, ADA UNTUK BERBAGI

Akhmad Rapiudin peraih The 1st Best Essay Presentations di Asian Summit 2015.

Akhmad Rapiudin meraih The 1st Best Essay Presentations yang diselengarakan oleh World Universal Peace Federation di Historic Manila Hotel, Philipinnes pada Asian Summit 2015. Dalam kongres pemuda tingkat Internasional itu, ia menulis essay dengan tema: “Toward Peace, Security and Human Development in The Asia Pasific Region”. 

Akhmad Rapiudin adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, stambuk 2012. Tidak hanya berprestasi secara akademis, lelaki ini juga aktif 
di kegiatan sosial. Hidup tidak akan dibawa mati, maka hidup lah menjadi sesuatu yang berarti” seperti itu motto hidup yang ia ucapkan.

Rene Descartes pernah berkata “Aku disini, maka aku ada!” dan Muhammad SAW pernah bersabda bahwa “Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain”. Dua  pernyataan orang-orang hebat tersebut bersemanyam di hati mahasiswa semester akhir ini.

Rapi biasa ia disapa, telah dilantik sebagai “Mahasiswa USU Berprestasi Nasional dan Internasional” pada tahun 2015 ini.  Aktif di beberapa organisasi yang juga dekat dengan kegiatan sosial. Diantaranya yaitu Aliansi Pemuda Peduli Sumatera Utara, Gerakan Sumut Mengajar (GSM), dan Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) Sumatera Utara. Sampai saat ini, ia masih berstatus aktif dengan berbagai macam posisi dan tanggung jawab didalamnya.

Mahasiswa berdarah kental Sunda ini mengaku bahwa berorganisasi membuatnya  banyak belajar tentang makna berbagi. Di Aliansi Pemuda Peduli Sumatera Utara, ia belajar bagaimana melaksanakan program pendidikan kesehatan kepada masyarakat, bagaimana melaksanakan pelatihan siaga bencana, dan bagaimana melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di daerah bencana. Semua ditekuninya dengan baik serta runtut.

Rapi juga seorang  Pilot Project di GSM. Mahasiswa bertubuh tinggi-kurus ini kini telah memahami bagaimana melakukan perekrutan relawan, melaksanakan pembekalan relawan, melaksanakan advokasi ke daerah pengabdian, sampai menempatkan para relawan di daerah pengabdian untuk menjadi pengajar instansi pendidikan dan masyarakat di daerah pelosok. Baginya, hidup akan lebih berarti jika kita mau berbagi.



Kiriman dari Step Publisher

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.