Mulai Sekarang Juga ! Allah Sudah Menjamin Kemudahan Untukmu - LPM Garda Media USU | Portal Berita Kampus

Mulai Sekarang Juga ! Allah Sudah Menjamin Kemudahan Untukmu

Share This
Gambar ilustrasi : Internet

Gardamedia.org - Siapa yang tidak mau menjadi seorang Hafidz atau Hafidzah ? Ya semua orang juga mau. Tapi untuk menjadi seorang Hafidz dan Hafidzah bukanlah hal yang mudah. Kita harus melewati fase yang luar biasa. Salah satunya adalah fase melawan malas akan godaan setan. Ya setan sendiri yang mengajukan diri untuk menggoda manusia agar menemaninya di neraka. Dan kita sebagai manusia hendaknya berusaha keras untuk melawan godaan setan ini.

Menjadi seorang hafidz Qur’an adalah cita-cita seluruh umat Islam. Tak terkecuali yang muda atau tua, miskin-kaya, sehat ataupun sakit.
Mengapa kita harus menghapal Al-Quran ??
Mari mengingat kembali kisah sahabat Nabi Muhammad SAW yang sudah beribu-ribu tahun lalu menemui Rabb-nya. Saat kuburannya di bongkar, jenazahnya masih tetap utuh bahkan mengeluarkan bau yang sangat wangi. Setelah diselidiki mengapa hal ini bisa terjadi, ternyata sahabat itu semasa hidupnnya adalah seorang penghafal Al-Quran. MasyaAllah.
Mungkin itu adalah satu dari seribu kisah menakjubkan dari para penghafal Al-Quran.

Rasulullah SAW bersabda,“Yang menjadi Imam suatu kaum adalah yang paling banyak bacaannya (baca : hafalan).” (HR Muslim) .
Dari sabda Rasulullah tersebut sudah sangat jelas ada keistimewaan tersendiri bagi penghafal Al-Quran. Rasul sendiri yang berkata, yang cocok jadi imam adalah yang paling banyak hapalannya bukan yang paling sedikit. Tapi yang dimaksud dari hadits tersebut ialah, dia yang paling banyak hafalannya juga yang mengerti mengenai sholat dan agama. 
Jangankan menjadi Hafidz Quran, menjadi orang yang rajin membaca dan mempelajari Al-Quran juga dinaikkan derajatnya oleh Allah .
Bukankah hadits Nabi mengatakan,“Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (Hr Bukhari) 
Sungguh sangat tinggi kedudukan yang Allah berikan bagi orang-orang yang mempelajari kitab-Nya.

Salah satu langkah awal kita untuk menjadi seorang penghapal Al-Quran adalah kita harus belajar membaca Al-Quran dimulai dari huruf ا hingga huruf ي. Kita harus mempelajari hukum-hukum tajwidnya seperti ikhfa , idgham , iqlab , izhar dan lain sebagainya. Kenapa ? Karena jika satu saja huruf yang keluar bunyinya salah, maka akan salah pula maknanya.

Apa saja keistimewaan mereka para penghafal Al-Qur'an ? Berikut beberapa keutamaan yang Allah anugerahkan kepada para penghafal Al-Qur'an di dunia dan akhirat.
      a.       Fadhillah Dunia
             1.      Allah SWT meninggikan derajat para penghapal Al-Quran
             2.      Al-Quran memberikan kebaikan dan keberkahan bagi para penghafalnya.
             3.      Para hafizh Al-Quran merupakan keluarga Allah SWT yang ada di bumi.
             4.      Para penghapal Al-Quran, tidak akan merugi dalam hal perdagangannya.

       b.      Fadhillah di akhirat
             1.      Al-Qur'an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi para penghapalnya.
             2.      Para penghapal Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat
             3.      Mendapat tajul karomah (mahkota kemuliaan)
             4.      Kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota cahaya pada hari kiamat kelak
             5.      Menjadi orang yang arif di surga Allah ‘Azza wajalla.

Dan masih sangat banyak lagi keistimewaan mereka. Itu semua yang menjanjikannya bukan manusia, bukan pejabat, bukan presiden  bukan pula Nabi Muhammad SAW tetapi yang menjanjikannya langsung Sang Maha Pemilik Janji, Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam surah Faathir (35:29-30) yang artinya:
[29] Sesungguhnya orag-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi. [30] agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Adapun ayat tersebut menyuruh kita untuk membaca kitab (Al-quran)  Allah SWT walaupun dalam terjemahannya tidak ada kata “mempelajari”, namun pemahaman kata “mempelajari” tersebut sudah terbingkai dalam kata membaca.

Ada beberapa cara agar kita bisa menjadi seorang hafidz wa hafidzah:
      1.      Niat
Segala sesuatu yang kita lakukan tergantung dari niat kita. Jika niat kita menjadi hafiz Al-Quran demi mengharapkan RidhoNya, Insya Allah Dia akan mempermudahkan kita. Kalau ada kendala di tengah jalan seperti rasa capek, letih, dan sejenisnya itu memang sudah lumrahnya, karena setan tidak akan pernah berhenti untuk menggoda anak cucu adam. Luruskanlah niat kita.

      2.      Rajin Muraja’ah
     Bacaan yang sudah kita hafal, pun harus sering kita ulang-ulang. Agar makin lengket dalam ingatan kita. Tidak hanya dalam ingatan tetapi juga perbuatan kita sehari-hari. Ibarat kita pergi sendiri ke sebuah kota yang asing tanpa kita bawa petunjuk, baik itu peta, kompas dan lain-lain kemungkinan besar kita akan tersesat. Begitu pulalah Al-quran yang merupakan pedoman kita. Saat tidak ada Al-Qur'an dalam ingatan dan hati kita dapat dipastikan kita akan tersesat di dunia bahkan di akhirat nanti.

      3.      Jangan Bermaksiat
     Ini juga merupakan yang terpenting setelah niat. Apa gunanya kita hapal Al-Quran, apa gunanya kita sering murajaah tetapi kita tetap melakukan perbuatan maksiat. Seolah-olah Al-Qur'an yang dihafal hanya sekedar formalitas biasa dan ajang pamer hafalan tanpa ada bekas dalam hati.

      4.      Pembimbing
Mungkin yang dimaksud dengan pembimbing tidak hanya ustadz atau ustadzah. Bisa juga teman seperjuangan kita, kakak kita ataupun siapapun itu. Yang penting mereka mau mendengarkan murajaah kita, setoran kita, memperbaiki bacaan kita yang salah bahkan mendukung kita untuk terus tetap menghafal.

Perbanyaklah membaca Al-Qur'an, perbanyaklah menghafal Al-Qur'an. Kitalah yang memperjuangkannya. Ingatlah yang kita perjuangkan bukan kaleng-kaleng tetapi surat cinta nya Allah buat kita. Yang kita perjuangkan bukan kertas-kertas buram tetapi sebuah kitab yang kelak akan menjadi pemberat amal timbangan kita. Lakukan mulai sekarang setelah membaca tulisan ini. Insya Allah, Allah akan mempermudahkan niat baik kita. 

Penulis       : Mahdawani Lubis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages