MITI KLASTER MAHASISWA GANDENG RATUSAN MASYARAKAT KOTA MEDAN KAMPANYE GO PANGAN LOKAL - LPM Garda Media USU | Portal Berita Kampus

MITI KLASTER MAHASISWA GANDENG RATUSAN MASYARAKAT KOTA MEDAN KAMPANYE GO PANGAN LOKAL

Share This
Peserta Kampanye simpatik Go Pangan Lokal Medan
Medan - Memperingati Hari pangan lokal, Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Klaster Mahasiswa beserta pihak-pihak yang terdiri dari Komunitas Sahabat GPL Medan, ITP 2013 USU, ratusan masyarakat kota Medan ikut menggelar kampanye simpatik “Local Food Day” pada hari Minggu (18/10) dari Lapangan Merdeka-Bundaran SIB-Pendopo Lapangan Merdeka. Aksi kampanye dilaksanakan serentak di 10 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Kendari, Semarang, Palangkaraya, Yogyakarta, Medan, Bengkulu, Makassar, Riau dan Gorontalo. Aksi tersebut merupakan puncak dari serangkaian kegiatan Go Pangan Lokal MITI yang diawali dengan kegiatan kampanye media sosial, Talkshow Go Pangan Lokal, Open Recruitment Sahabat GPL dan Survei nilai TKDN makanan lokal selain nasi.
Aksi kampanye tersebut terbuka untuk umum dengan berbagai rangkaian acara, seperti aksi kampanye simpatik, bagi pangan lokal gratis, orasi kedaulatan pangan, pembacaan puisi dan bazzar produk olahan pangan lokal. Kampanye ini merupakan wujud keprihatinan dan kepedulian MITI Klaster Mahasiswa dengan menggandeng berbagai lembaga keilmuan kampus untuk menyosialisasikan dan mengampanyekan upaya pelestarian pangan lokal serta mendukung penuh terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia. Di Medan sendiri MITI Klaster Mahasiswa menggandeng beberapa mitra UKM Keilmuan di Medan yaitu Smart Generation Community (SGC) USU, Lembaga Penilitian dan Penalaran Mahasiswa (LP2IM) UNIMED dan Generasi Mahasiswa Ilmiah (Gemail) UMN Al-Washliyah, dan beberapa mitra lainya.
Ketua Panitia Gerakan Go Pangan Lokal Medan menjelaskan, kegiatan tersebut serentak dilaksanakan di sepuluh kota besar di Indonesia. Antara lain, Medan, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Kendari, Palangkaraya, Riau, Bengkulu, Gorontalo, dan Makassar. Menurut dia, selain untuk mengenalkan bahan pangan selain beras, kampanye tersebut bertujuan mengubah budaya mengonsumsi makanan masyarakat dengan pangan lokal yang lebih sehat dan bergizi. “Kita makan tidak harus dari beras, tapi bisa dari singkong, jagung, kedelai, sagu dan ragam bahan pangan lokal lainnya. Apabila kita hanya mengandalkan beras, maka Indonesia akan selalu mengimpor. Selain itu, tujuan aksi ini juga sebagai momentum pengingat bagi masyarakat dimana ada satu hari khusus untuk membeli dan mengkonsumsi pangan lokal” terangnya.
Padahal, setiap daerah di Indonesia memiliki banyak jenis makanan tradisional yang bergizi tinggi, lanjut Sahri. Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan SUMUT yaitu Ir. Suyono,MM., menjelaskan, kedaulatan pangan dapat diwujudkan dengan pembudayaan pola konsumsi pangan lokal. “salah satu cara mendukung kedaulatan pangan adalah dengan mendampingi para petani dalam upaya swasembada pangan lokal untuk membudayakan masyarakat mengkonsumsi pangan lokal. Salah satunya adalah tidak mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar dari tepung terigu atau gandum. Karena gandum di Indonesia adalah hasil dari ekspor atau bukan asli berasal dari Indonesia, sehingga dengan adanya pengurangan kuota komoditi pangan ekspor secara bertahap dapat meningkatkan kualitas konsumsi dalam negeri dan menggairahkan perekonomian rakyat secara nasional.” ujarnya. “Kami dari BKP khususnya di Sumatra Utara memiliki beberapa program yang serupa yaitu One Day No Rice, Menggadong dan lainya. Harapannya kita bisa menyelaraskan program untuk bersinergi, karena merubah pola hidup masyarakat untuk beralih ke produk lokal bukanlah mudah namun bukan pula yang mustahil” tambahnya.

Penulis : Akum Situmorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages