Wawancara Bareng Psikologi Komunikasi - LPM Garda Media USU | Portal Berita Kampus

Wawancara Bareng Psikologi Komunikasi

Share This
WAWANCARA BARENG PSIKOLOGI KOMUNIKASI
Oleh: Khairullah bin Mustafa Ustman
  1. Mengapa sich ustad kita perlu mempelajari Psikologi Komunikasi?
Begini akhi/ukhti, karena Psikologi Komunikasi memiliki 3 hal yang menjadikannya begitu penting:
Yang pertama, Psikologi Komunikasi mampu mempengaruhi lawan bicara dengan lebih baik. Sebab, telah mengetahui referensi kejiwaan lawan bicara lewat gesture tubuhnya. Yang memang non-verbal lebih banyak berperan 70% ketimbang verbal yang hanya 30% saja.
Yang kedua, Psikologi Komunikasi mampu meminimalisir hambatan dalam komunikasi. seperti gangguan, kepentingan, motivasi terpendam, dan prasangka. Yang mana, gangguan terdiri lagi gangguan mekanik, semantik, psikologis, fisik, status, kerangka berpikir, dan budaya.
Dan yang ketiga, lawan bicara lebih nyaman (in depth/trance) berbicara dengan kita.
Oo..seperti itu ya ustadz..

  1. Terus ustad, apa sich pengaruhnya dalam kehidupan sosial bermayarakat??
Hmmm.. pertanyaan yang bagus, sedang dalam pengaruhnya dalam kehidupan sosial bermasyarakat yakni merubah karakter sosial masyarakat yang mungkin telah bobrok. Dengan Psikologi Komunikasi dapat lebih memudahkan kita dalam menyampaikan pesan. Onong .U. dalam bukunya menulis ada 4 tujuan ilmu komunikasi, yaitu: to change attitude, opinion, behaviour, and the society.
Psikologi saling berkaitan dengan komunikasi hingga terciptalah Psikologi Komunikasi.

  1. Kami masih bingung ustad, hmmm...
Bingung kenapa???
Sebenarnya apa sich perbedaan ilmu jiwa dengan psikologi??? Sama ya?? Hehehe
Begini akhi/ukhti ilmu jiwa dan psikologi sekilas sama, tapi ada perbedaan ilmu jiwa dengan psikologi:
  • Ilmu jiwa lebih luas cakupannya daripada istilah psikologi
  • Ilmu jiwa lebih dalam cakupannya pula, meliputi segala pemikiran pengetahuan, tanggapan, tetapi juga segala bentuk khayalan
Waw! Amazing ya ustad, hahaha
Hahaha, terus kita lanjut ya..
  • Psikologi meliputi ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis, dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat-syarat seperti yang disepakati oleh para sarjana psikologi saat ini.
  • Istilah ilmu jiwa menunjukkan kepada ilmu jiwa pada umumnya, sedangkan istilah psikologi menunjukkan jiwa yang ilmiah memuat norma-norma ilmiah modern.
Jadi, kesimpulannya ustad?
Istilah ilmu jiwa belum tentu psikologi, tapi psikologi barang tentu termasuk ilmu jiwa.
Yayaya, serupa tapi tak sama ya ustad, hihihi.
  1. Contohnya ustad????
Secara kebetulan kita berprasangka bahwa mahasiswa Aceh adalah simpatisan GAM dan separatisme NKRI. Hal ini termasuk dalam kegiatan ilmu jiwa. Kegiatan tersebut dapat kita sebut psikologi apabila dilakukan metode-metode yang lebih obyektif, seperti: menangkap fenomena, menyingkatkannya dengan istilah konsep, mengumpulkan cara-cara penelitian, hukum sebab-akibatnya, dan mengujinya lewat kebenaran fakta akan hipotesa yang telah diyakini, hingga akhirnya timbullah teori.
Macam MPS aja ya ustad, sedikit ribet sich..

  1. Semakin menarik ya ustadz, hmmm...apalagi ya yang mau kita tanya’????? oya ustadz, apa yang membedakan pandangan antara ahli psikologi dengan pendapat ahli komunikasi dalam memandang ilmu komunikasi?
Wah! Keren banget pertanyaannya, hehehe. Oke akhi wa ukhti, ada 4 ciri pendekatan psikologi komunikasi yang membedakan mereka:
  • Penerimaan stimuli secara inderawi (sensory reception of stimuli)
Peneriman stimuli secara inderawi bagi pandangan ahli psikologi terhadap ilmu komunikasi, yakni penerimaan rangsangan dimulai pada penyampaian energi dari alat-alat indera ke otak.
  • Proses yang mengantarai stimuli dan respon (internal mediation of stimuli)
Bagi pandangan pendapat ahli komunikasi terhadap Ilmu Komunikasi, yakni pada peristiwa penerimaan dan pengolahan informasi saling pengaruh diantara berbagai sistem dalam diri organisme dan diantara organisme.
  • Prediksi respon (reinforcement of responses)
Bagi pandangan pendapat ahli komunikasi terhadap Ilmu Komunikasi , yakni seperti apa yang dinyatakan George A. Miller: ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral dalam komunikasi.
Jadi, Psikologi Komunikasi memiliki peran penting dalam memilah-memilih, memprakirakan respon orang guna mengendalikannya dalam perilaku dan lingkungannya dalam berkomunikasi.
  • Peneguhan respon (reinforcement of responses)
Ialah peristiwa apa yang nampak ketika orang berkomunikasi.
Waw! Ribet ya ustadz hehehe, tapi ngerti kok walau sedikit.
Alhamdulillah..

  1. Hoaaa... walau ngantuk on terus ya ustadz, selanjutnya the next question. Kan, tanda-tanda komunikasi efektif ada 2: pengertian dan tindakan, tolong donk ustadz penjelasannya, cihuyyy!
Oke baik akhi/ukhti yang dirahmati Allah swt, pengertian menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss memiliki kegunaan dalam psikologi komunikasi, karena menghindari komunikasi efektif dari tindak miss understanding antara kedua belah pihak, sender/encoding dan receiver/decoding.
Adapun tindakan menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss memiliki kegunaan dalam Psikologi Komunikasi, karena menimbulkan aksi ketimbang sekedar kata-kata. Atau word yang dikeluarkan mulut lebih tampak balances lewat action yang diterapkan.
Contohnya?????
Contoh pengertian: di Medan kata ‘semalam’ ditujukan untuk hari kemarin. Sedangkan di Aceh ‘semalam’ berarti tadi malam. Jadi, ketika si Aceh bertanya “apakah ada kuliah kemarin?”, maka si Medan menjawab “ada, kuliah semalam”. Si Aceh pun terkejut karena berpikir ada kuliah tadi malam.
Contoh tindakan: agar nasionalisme remaja akan bansanya tidak luntur, maka perlu pemerintah untuk meminimalisir pengaruh penayangan serial/movies luar negeri. Tidak sekedar wacana studi kasus dalam lembaran berhalamankan 80 bernama skripsi.

  1. Satu pertanyaan terakhir ya ustadz, okeyy. Contoh kasus apa yang cocok dijadikan psikoanalisis wahai ustadz kami??????
Oke ustadz menjelaskan lewat satu cerita ya..
OKEYYY!!! SEMANGAT!!! USTADZ!!!
Seorang Muslim lulusan pesantren menyimpan perasaan suka kepada seorang gadis Christian berkalungkan lambang David Yahudi. Si Muslim mengetahui bahwa kesukaannya bersifat normal, jika hanya sekedar suka. Tapi, ia menyadari bahwa kesukaannya sudah menjadi ID (kepribadian) yang tak lagi Eros (konstruktif) dan telah menjadi Thanatos, sebab si Muslim sudah mulai memikirkan bentuk tubuh si gadis Christian tersebut.
Namun, setiap kali berpas-pasan dengan si gadis di kampus, EGO si Muslim selalu mampu menundukkan hasrat hewaninya. Tapi, pada kenyataannya juga si Muslim selalu harus merasa bersalah. Setelah dipersalahkan oleh Superego (polisi kepribadian) atas onani yang dilakukannya, sebab tak sanggup lagi menahan ID Thanatos destruktifnya. Yang pada akhirnya telah banyak membunuh calon bayi jika saja dibuahi secara halal. Na’udzubillah..
Ya, na’udzubillah ya ustadz. Oke ustadz, karena mata ustadz udah lelah, kami pulang dulu yak. Makasih banyak ustadz udah ngajarin kami tentang banyak hal akan Psikologi Komunikasi, semoga ilmu ini bermanfaat nantinya.
Aamiiiiin semoga akhi/ukhti menjadi orang yang berguna kelak

7 komentar:

  1. Artikel yang bagus. Terima kasih atas info yang diberikan. Mudah dipahami dengan pemilihan kata yang ringan.
    Saya memiliki link yang mungkin berguna untuk menambah referensi tentang Psikologi.
    Silahkan dikunjungi. Jurnal Ilmiah Psikologi

    BalasHapus
  2. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Dunia Psikolog, menurut saya bidang studi Psikologi merupakan bidang studi yang sangat menarik
    juga banyak hal yang bisa dipelajari di dunia Psikologi.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis
    mengenai bidang Psikologi yang bisa anda kunjungi di halaman ini, selamat berbagi :)

    BalasHapus
  3. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai psikologi indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetahui lebih jauh mengenai ilmu psikologi di indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai psikologi yang bisa anda kunjungi di jurnal psikologi ini

    BalasHapus

Pages