Header Ads

Rukun Iman Berita, Penasaran? (Bagian 2)

Rukun kelima, Human Interest.
Semua berita yang dapat menyentuh perasaan kemanusiaan, layak diberitakan.

Rukun keenam, Bermisi.
Setiap berita harus memiliki misi (tujuan). Apakah tujuannya mencerdaskan, mendidik, memotivasi, dan lainnya.
Jadilah wartawan yang cerdas. Semakin banyak kita menemukan rukun iman dalam berita tersebut maka akan semakin baik berita kita. Jika rukun iman dalam Islam ada enam. Maka di berita ada beberapa rukun lagi yang perlu dipatuhi.



Rukun ketujuh,Unik.
Semua berita yang unik layak menjadi berita.misalnya berita Balita yang gemar makan bedak tabur, adalah contoh berita unik yang layak diberitakan.

Rukun kedelapan, disebut eksklusif .
Berita-berita investigasi adalah contoh berita eksklusif yang tidak dimiliki media lain. Ini sangat layak menjadi berita. Juga pembaca pun, akan minati berita seperti ini.

Rukun kesembilan adalah tren.
Baik itu tren gaya hidup maupun tren perilaku. Ketika public pada era 80-an demam dengan break dance, maka pemberita pun harus mampu menuliskan berita tentang break dance, agar pembaca pun tertarik membaca media kita.

Rukun kesepuluh adalah prestasi. 
Kisah-kisah keberhasilan seseorang penemu dibidang science, teknologi, menjadi berita yang makin digemari pembaca (baca: buku motivasi).

Jadilah wartawan yang cerdas! Yang mampu mencari sebanyak mungkin rukun-rukun iman yang menjadi nilai tambah dalam tulisanmu. Dengan senjata kau akan hanya menembus satu kepala, namun dengan tulisan kau bisa menembus ribuan kepala dengan tulisanmu, ikhwah. Maka, menulislah! @JurnalistikAsyik-(Anpbb)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.