Do’a Berbuka Yang Sesuai Dengan Hadist Apa Ya? - LPM Garda Media USU | Portal Berita Kampus

Do’a Berbuka Yang Sesuai Dengan Hadist Apa Ya?

Share This


Pada umumnya hal yang kita anggap lumrah kita telan begitu saja, iya kan? Tapi bukan berarti itu adalah hal yang benar-benar sesuai pada kenyataannya, apalagi menyangkut agama dan kebiasaan-kebiasaan kita. Hal tersebut perlu kita cari tau tingkat kebenaranya. Maksudnya, mari kita menjadi penerima info yang cerdas!

Hal kecil ini mungkin agak mengagetkan kita, namun memang harus kita ketahui apa fakta sebenarnya agar kita tak salah lagi dalam berucap dan berbuat.

Sahabat, ternyata do’a berbuka puasa yang sering dilafazkan oleh kaum muslimin ketika hendak membatalkan puasanya bukan dari hadist yang shahih. Sungguh disayangkan hampir semua televisi di negeri kita selalu mengumandangkan lafaz yang tak shahih itu untuk seruan berbuka puasa sehingga terhapal oleh adik-adik kita yang belum mengerti serta semakin mengkokohkan anggapan para orangtua kita bahwa memang itulah do’anya.
Mari sedikit kita ulas mengenai do’a berbuka puasa yang dikenal oleh kebanyakan kaum muslimin di negeri kita.

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu”

(Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka).”

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya (2358), Adz Dzahabi dalam Al Muhadzab (4/1616), Ibnu Katsir dalam Irsyadul Faqih (289/1), Ibnul Mulaqqin dalam Badrul Munir (5/710)
Ibnu Hajar Al Asqalani berkata di Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341) : “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga didhaifkan oleh Asy Syaukani dalam Nailul Authar (4/301), juga oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Dan doa dengan lafadz yang semisal, semua berkisar antara hadits lemah dan munkar.

Hadits ini tidak terdapat di kitab hadits manapun. Atau dengan kata lain, ini adalah hadits palsu. Sebagaimana dikatakan oleh Al Mulla Ali Al Qaari dalam kitab Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih: “Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan tambahan ‘wabika aamantu’ sama sekali tidak ada asalnya, walau secara makna memang benar.”

Lantas do’a yang benar yang sesuai dengan hadist apa ya??
Nah.. Yang benar, doa berbuka puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”

[Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki](Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678) [7]

Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Pada awal hadits terdapat redaksi, “Abdullah bin Umar berkata, ‘Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan ….‘”

Tu kan benerkan sahabat, jadi mulai sekarang arahkan adik-adik, sahabat, keluarga dan orang di sekeliling anda untuk menggunakan lafaz yang benar ini. Senang berbagi info, jangan lupa gali info terus ya. Ayoo temukan “harta karun fakta” sekarang juga.
Semoga bermanfaat ! 


Penulis :Miya Andina
Editor : Tim Garda Media USU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages